Minggu, 22 April 2012

Media Social By Facebook


Suatu komunikasi dapat dilakukan melaukan dari media apapun.Sampai - sampai ada
nya rasa keingininan tahu untuk mendapatkan informasi yang beredar pada sekitar kita dan rasa cemas dirasakan ketika apa yang terjadi dalam lingkungan kita.
Tetapi pernahkah merasa  cemas ketika suatu alat media komunikasi kita tidak dapat digunakan atau seperti  tidak bisa lagi untuk mengunjungi situs Facebook, Twitter atau media sosial lainnya?


Banyak dari kita merasa cemas setiap hari kini kecemasan banyak orang bertambah setelah mereka sangat aktif di media sosial.Lalu mengapa media sosial seperti Facebook bisa membuat banyak orang cemas? Jutaan orang bisa setiap hari mengupdate situs media sosial nya.Seperti pada situs Facebook miliaran kalimat dalam bentuk status, komentar bahkan membuat suatu note ada dalam situs ini. Bahkan  miliaran upload foto dan waktu dihabiskan banyak orang di Facebook.



Jika kita bertanya mengapa  banyak orang kini menggunakan media sosial? Tidak hanya Facebook tentunya, Twitter juga menjadi tujuan hampir semua orang untuk berinteraksi. Sebenarnyalah kita bertanya apa sebenarnya peran media sosial tersebut, padahal tanpa media itu pun kehidupan akan terus berlangsung. Namun kini ada yang tak bisa berlama-lama meninggalkan media sosial.

Interaksi di Facebook dan Twitter tersebut tentu saja tanpa risiko.Pernah mengalami
karena tidak komentar di update status teman di Facebook yang ternyata seorang tetangga,
ia memutuskan pertemanan dan di dunia nyata tidak mau lagi menyapa sampai suatu waktu saya memulai kembali hubungan tersebut. Ternyata sedemikian pentingnya komentar.
Banyak orang kecewa mungkin, jika statusnya tidak dikomentari.
Mungkin banyak yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan pemikiran yang sangat penting.

Selain itu, interaksi di Facebook banyak orang yang merasa cemas akan tidak memperbarui
status mereka walau hanya sehari atau lebih dari sekian.
Banyak orang yang merasa, jika tidak mengunjungi Facebook serasa ada sesuatu yang hilang dari mereka. Mereka cemas, jangan-jangan sekian banyak teman di Facebook,
mengomentari foto yang baru  saja di-upload, serta memberikan like this ( Jempol )  dan memuji foto tersebut. Banyak orang cemas mereka tidak bisa menjawab komentar atau berterima kasih atas perjalanan ke luar negeri yang foto-fotonya di-upload ke Facebook.

Hal-hal kecil tersebut ternyata bisa membuat runyam hubungan, tidak hanya di Facebook, tetapi juga di dunia nyata. Tentu saja tidak semua orang ingin memberikan komentar, tidak setiap orang suka memberikan jempol atas status, foto, dan pencapaian yang sudah anda raih. Mengapa harus cemas jika demikian?

 Facebook memunculkan generasi baru, yaitu generasi narsis, yaitu segala tentang diri sendiri, bukan orang lain. Akibatnya segala sesuatu diukur dengan ukuran diri sendiri.
Tentunya ini bukan kampanye anti Facebook. Bila anda sudah lama berinterksi di Facebook pasti akan sangat kenal dengan hal-hal seperti ini. Anda pun mungkin pernah mengalami hal serupa.

Cemas tidak bisa menggunakan Facebook, cemas karena tidak membaca status teman, dan juga cemas jangan-jangan teman-teman anda yang se-almamater dengan anda kini sudah menjadi hidup mapan sejahtera,sementara anda masih saja berkutat di Facebook melihat foto-foto mereka melihat mobil dan rumah baru mereka dan lainnya.
Adanya positif dan negatif dalam suatu media dalam hal tertentu dan memberikan sebuah manfaat sesuai dengan kita lakukan nya.
Dengan begitu manfaatkan fasilitas yang ada untuk mendapatkan hasil yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar